Akuntansi Biaya (dasar

BAB 2
PEMBAHASAN
2.1                   Kajian teoritis
2.1.1             Pengertian Akuntansi Secara Umum
Menurut American  Insitute of Certified Public Accounting (AICPA) dalam Harahap (2003: 4) “Akuntansi sebagai seni pencatatan, penggolongan, dan pengikhtisaran dengan cara tertentu dalam ukuran moneter, transaksi, dan kejadian-kejadian yang umumnya bersifat keuangan termasuk menafsirkan hasil-hasilnya.”
Charles T. Horngren, dan Walter T.Harrison (Horngren Harrison,2007:4) menyatakan bahwa akuntansi adalah sistem informasi yang mengukur aktivitas bisnis, memproses data menjadi laporan, dan mengkomunikasikan hasilnya kepada para pengambil keputusan.
American Acounting Association (AAA) dalam Soemarso SR. (1996 : 5) mendefinisikan akuntansi sebagai proses pengidentifikasian, pengukur dan melaporkan informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian-penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut.
2.1.2              Pengertian Biaya
Mulyadi (2005:8) menyatakan bahwa biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi yang di ukur dalam uang, yang telah terjadi atau kemungkinan akan terjadi untuk mencapai tujuan tersebut.
Menurut Atkinson et al (2007:89) menyatakan bahwa biaya adalah nilai moneter dari barang dan jasa yang dikeluarkan untuk mendapatkan keuntungan baik di masa sekarang maupun di masa mendatang. Biaya dapat juga digunakan untuk membuat suatu produk, sehingga dapat dijual dan menghasilkan keuntungan kas.
Armanto Witjaksono (2006:6) menyatakan bahwa biaya adalah pengorbanan sumber daya untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sebagai akuntan mendefinisikan biaya sebagai satuan moneter atas pengorbanan barang dan jasa untuk memperoleh manfaat dimasa kini atau masa yang akan datang.
2.1.3             Pengertian Akuntansi Biaya
Menurut Hery (2013:10) “Akuntansi biaya adalah bidang akuntansi yang khusus mencatat, menetapkan, dan megendalikan biaya.”
Schaum (2013:11) menyatakan bahwa akuntansi biaya adalah suatu prosedur untuk mencatat dan melaporkan hasil pengukuran dari biaya pembuatan barang atau jasa. Fungsi utama dari akuntansi biaya adalah melakukan akumulasi biaya untuk penilaian persediaan dan penentuan pendapatan.”
Menurut Charter dan Usry (2013:13) “ Akuntansi biaya adalah penghitungan biaya dengan tujuan untuk aktivitas perencanaan dan pengendalian, perbaikan kualitas dan efisiensi, serta pembuatan keputusan yang bersifat rutin maupun strategis.”
2.1.4             Macam-Macam Biaya
2.1.4.1       Biaya Pemasaran
2.1.4.2        Biaya Administrasi dan umum
2.1.4.3       Biaya Produksi
2.1.5             Manfaat Akuntansi Biaya
2.1.5.1       Menyajikan informasi biaya untuk perhitungan harga pokok produksi
Penetapan harga pokok akan dapat membantu dalam : penilaian persediaan, penetapan harga jual, dan penetapan laba.
Untuk memenuhi tujuan penentuan harga pokok produk, akuntansi biaya mencatat, menggolongkan, dan meringkas biaya-biaya pembuatan produk atau penyerahan jasa.
2.1.5.2       Menyajikan informasi biaya untuk membantu manajemen dalam perencanaan dan pengendalian laba
Akuntansi biaya menyediakan informasi atau data biaya masa lalu yang diperlukan untuk menyusun perencanaan. Pengendalian biaya harus didahului dengan penentuan biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk memproduksi satu satuan produk. Akuntansi biaya kemudian melakukan analisis terhadap penyimpangan biaya sesungguhnya dengan biaya seharusnya serta menyajikan informasi mengenai penyebab terjadinya selisih tersebut.
Dari analisis penyimpangan dan penyebabnya tersebut, manajemen akan dapat mempertimbangkan tindakan koreksi, jika hal ini perlu dilakukan.
2.1.5.3       Menyajikan informasi biaya untuk pengambilan suatu keputusan
Untuk memenuhi kebutuhan manajemen dalam pengembilan keputusan, akuntansi biaya mengembangkan berbagai konsep informasi biaya untuk pengembilan keputusan.
2.2 Pembahasan
Berdasarkan kajian teoritis yang didapat baik itu berupa pengertiaan beberapa ahli mengenai akuntansi biaya kami selaku penyusun mencoba untuk membahas dari apa yang di dapat mengenai akuntansi biaya. Pengertian akuntansi secara umum adalah suatu proses pencatatan, pengikhtisaran dan sampai pada proses penyediaan informasi berupa laporan keuangan yang akan digunakan secara bijak untuk mengambil keputusan bagi pihak-pihak yang berkepentingan baik pihak internal maupun eksternal, pihak internal bisa menager, karyawan dan pemilik perusahaan serta pihak eksternal para investor dan masyarakat umum baik itu masyarakat biasa maupun para peneliti untuk keprluan studi pendidikan.
Biaya adalah suatu pengorbanan ekonomis yang dilakukan perusahaan untuk mendapatkan atau menghasilkan output berupa produk yang dijual baik berupa jasa maupun barang. Biaya biasanya digambarkan sebagai acuan untuk menentukan harga pokok penjualan atau harga pokok produksi suatu perusahaan baik jasa maupun dagang untuk dijadikan landasan perhitungan kisaran laba yang dapat dicapai oleh perusahaan. Biaya secara umum terbagi atas biaya pemasaran, biaya administrasi umum dan biaya produksi. Biaya pemasaran adalah pengorbanan ekonomis yang dilakukan oleh perusahaan yang dialokasikan untuk pembiayaan di bidang pemasaran contoh promosi, biaya iklan, biaya brosur, atau biaya pembuatan reklame. Biaya administrasi umum merupakan biaya yang digunkan oleh perusahaan untuk alokasi administrasi contoh untuk perlengkapan kantor (berupa alat tullis kantor), biaya gaji karyawan, biaya listrik, biaya sewa gedung, dan sebagainya. Biaya produksi merupakan pengorbanan ekonomis perusahaan untuk membeli bahan produksi suatu barang contoh biaya bahan baku, biaya bahan penolong, biaya tenaga kerja, biaya overhead pabrik dan sebagainya.
Dari kajian teoritis diatas, tampak bahwa biaya memiliki unsur sebagai berikut :
2.1.6             Biaya merupakan pengorbanan sumber ekonomi secara umum berupa uang.
2.1.7             Biaya dapat diukur dalam satuan nilai mata uang contoh rupiah.
2.1.8             Biaya merupakan sebuah pengorbanan ekonomis yang sudah terjadi atau sedang terjadi.
2.1.9             Biaya merupakan suatu pengorbanan yang memiliki tujuan yakni untuk menghasilkan output dan selisih berupa laba bagi perusahaan.
2.1.10         Biaya merupakan komponen pokok yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas ekonomi secara khusus dalam aktivitas perusahaan manufaktur atau perusahaan industri.
            Dalam pengembangannya biaya dikelompokan atas beberapa kategori berdasarkan proses dan penyelesaian suatu produksi diantara sebagai berikut :
2.2.1.1             Menurut Objek Pengeluaran
2.2.1.1.1          Biaya bahan baku
Pengorbanaan ekonomis yang dilakukan untuk membeli sejumlah bahan baku untuk menunjang kegiatan produksi suatu barang dalam kegiatan produksi.
2.2.1.1.2           Biaya tenaga kerja
Biaya yang dikeluarkan untuk membayar upah para pekerja yang langsung terlibat dalam pembuatan suatu produk.
2.2.1.1.3           Biaya overhead pabrik
Biaya yang dikeluarkan untuk membayar seluruh komponen biaya yang tidak termasuk dalam biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung , biaya tersebut secara tidak langsung terlibat dalam penciptaan produk seperti biaya mandor, biaya bahan penolong, biaya security keamanan pabrik dan lain-lain.
2.2.1.2                     Atas dasar fungsi pokok dalam perusahaan
2.2.1.2.1               Biaya Produksi
              Biaya yang dikeluarkan untuk mengolah bahan baku menjadi  barang jadi. Contoh biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik dan sebagainya.
2.2.1.2.2               Biaya Penjualan/ Pemasaran
              Biaya yang dikeluarkan untuk penjualan atau pemasaran produk yang dihasilkan atau biaya yang berhubungan dengan penyaluran barang dari produsen ke konsumen sehingga barang tersebut dapat digunakan dengan baik oleh masyarakat. Contoh biaya gaji pegawai bagian pemasaran, biaya promosi dan sebagainya.
2.2.1.2.3               Biaya Administrasi dan Umum
                   Biaya yang terjadi dalam hubungannya dengan pengaturan atau koordinasi kegiatan produksi. Contoh biaya gaji bagian administrasi dan keuangan, biaya perlengkapan, biaya alat tulis kantor dan sebagainya.
2.2.1.3                Hubungan Biaya dengan Sesuatu yang Dibiayai
2.2.1.3.1          Biaya Produksi Langsung
              Biaya yang terjadi karena ada sesuatu yang dibiayai yang terlibat langsung dalam proses produksi barang dari bahan baku menjadi barang jadi biasanya biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.
2.2.1.3.2          Biaya Produksi Tak Langsung
            Biaya yang terjadi karena ada kelengkapan lain yang sifatnya tidak rutin namun biaya tersebut akan bersifat menyempurnakan barang yang sedang diproduki, biasanya biaya bahan penolong, biaya tenaga kerja tak langsung dan biaya produksi lainnya.
2.2.1.4                Tingkah Laku Terhadap Perubahan Volume Produksi
2.2.1.4.1          Biaya Tetap atau Konstan
            Biaya yang pengeluarannya bersifat tetap tidak dipengaruhi oleh perubahan kapasitas volume produksi. Contoh biaya gaji direktur produksi, biaya penyusutan gedung, biaya peyusutan tanah, biaya penyusutan peralatan dan sebagainya.
2.2.1.4.2          Biaya Variabel
            Biaya yang pengeluarannya bersifat berubah sesuai dengan perubahan peningkatan volume kapasitas produksi. Contoh biaya tenaga kerja, biaya bahan baku, biaya lembur.
2.2.1.4.3          Biaya Semi Variabel
            Biaya yang berubah tidak sebanding dengan perubahan volume kegiatan produksi. Contoh biaya pemeriksaan produksi, biaya pengawasan produksi, biaya penelitian dan sebagainya.
2.2.1.5                Menurut Waktu Manfaatnya
2.2.1.5.1          Pengeluaran Modal
            Biaya yang dapat dinikmati masa manfaatnya dapat dinikmati dalam jangka waktu pendek kurang dari satu tahun.
2.2.1.5.2          Pengeluaran Penghasilan
            Biaya yang hanya mempunyai manfaat dalam periode akuntansi (1 tahun) dimana biaya tersebut terjadi.
Dari kajian teoritis diatas pula kami mendapat kesimpulan bahwa biaya memiliki karakteristik diantaranya:
Uang, biaya dapat dinyatakan dalam satuan uang
Hak pemakaian, perusahaan akan mempunyai hak untuk menggunakan aktiva contoh peralatan dan perlengkapan kantor dan mendapat manfaat dari penggunaan aktiva tersebut dalam aktivitas perusahaan hal tersebut didasarkan akan adanya akun dalam istilah akuntansi biaya perlengkapan (Supplies expense) dan biaya penyusutan peralatan (Depreciation expense).
Biaya memiliki karakteristik umum yaitu:
Nilai, biaya suatu aktiva mencerminkan nilai ekonomis yang nantinya oleh perusahaan akan digunakan untuk mengukur nilai akhir seperti contoh nilai buku suatu aktiva tetap dala.
Unsur waktu, jika aktiva memberikan waktu pemakaian yang lama, maka akan mencerminkan biaya yang berbeda.
Nilai guna, kegunaan merupakan esensi dari biaya aktiva . tanpa nilai guna perusahaan tidak akan melakunan pengadaan/perolehan aktiva.
Akuntansi biaya (Accounting Cost) merupakan cabang khusus dari akuntansi secara umum yang memuat penyajian informasi biaya operasional maupun biaya non operasional di dalam suatu perusahaan. Informasi biaya operasional maupun biaya non operasional itu digunakan oleh manajemen sebuah perusahaan sebagai alat untuk melakukan perencanaan dan pengendalian biaya operasional maupun biaya non operasional serta menentukan harga pokok produksi secara tepat agar perusahaan dapat mencapai tujuan yang ingin dicapai dalam perusahaan yaitu mendapatkan laba sebesar mungkin untuk melebihi titik pulang pokok suatu perusahaan.
Akuntansi biaya(Accounting Cost) pada umumnya digunakan pada perusahaan manufaktur atau perusahaan industri. Perusahaan manufaktur atau perusahaan industri adalah perusahaan yang melakukan aktivitas atau kegiatan usaha membeli bahan baku dari supplier atau pemasok, kemudian mengolahnya menjadi bahan setengah jadi kemudian mengolahnya kembali menjadi produk jadi. Dalam perusahaan manufaktur atau perusahaan industri terjadi perubahan bentuk selama proses produksi terjadi, contoh: kapas dipintal menjadi benang dan akhirnya diproses menjadi kain. Kapas dikatakan sebagai bahan baku, benang merupakan barang setengah jadi dan kain sebagai barang jadi. Jadi boleh dikatan bahwa akuntansi biaya merupakan bidang akuntansi yang sedikit sulit untuk dipahami secara sekilas karena dalam akuntansi biaya secara umum biaya pun dibagi dalam beberapa jenis.
Perusahaan Manufaktur atau Industri adalah perusahaan yang kegiatannya mengolah bahan baku menjadi barang jadi.
Untuk jenis- jenis biaya berdasarkan pemaparan diatas kami akan lebih menitikberatkan pada biaya produksi karena akuntansi biaya sangat erat hubungannya dengan biaya produksi hal itu terbukti biaya produksi itu merupakan kegiatan pokok perusahaan manufaktur atau perusahaan industri.
Biaya Produksi pada umumnya dibagi dua yaitu:
Biaya produksi langsung adalah biaya yang terjadi karena adanya sesuatu yang dibiayai atau biaya itu menitikberatkan pada biaya utama dalam proses produksi tersebut. Biaya langsung biasanya langsung diperhitungkan dalam harga pokok produksi yang biasanya terdiri dari biaya-biaya sebagai berikut ini :
Biaya bahan baku langsung yaitu semua bahan baku yang digunakan untuk membentuk satu kesatuan bahan tersebut menjadi barang output yang diproduksi sebuah perusahaan tanpa adanya bahan baku tersebut perusahaan tidak akan melakukan aktivitas perusahaan menghasilkan output barang serta biasanya selalu diperhitungkan dalam harga pokok produksi.
Biaya tenaga kerja langsung yaitu biaya gaji atau upah para karyawan yang secara langsung mengerjakan atau terlibat langsung dalam proses pembuatan output barang yang ikut serta dalam aktivitas pengolahan bahan baku langsung sampai dengan bahan baku tersebut menjadi barang produksi atau produk dari suatu perusahaan. Jasa atau tenaga dari karyawan tersebut diperhitungkan ke dalam harga pokok produksi sebuah perusahaan.
Biaya produksi tak langsung adalah biaya diluar biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung yang terjadi di pabrik. Dalam istilah akuntansi disebut biaya overhead pabrik (BOP) dan biaya overhead pabrik dikelompokan sebagai berikut :
Biaya bahan penolong, bahan yang diperlukan untuk melengkapi bahan baku langsung dalam proses produksi dan biasanya pengeluaran atau penggunaan bahan penolong ini relatif kecil.
Biaya tenaga kerja tak langsung adalah biaya upah atau gaji karyawan yang memang tidak terlibat langsung dalam proses produksi pembuatan output barang tapi mereka masih berhubungan dengan kelancaran produk yang dihasilkan.  Contoh : mandor pabrik dan supir.
Biaya produksi tak langsung lainnya seperti biaya asuransi, biaya sewa gedung, biaya perlengkapan pabrik dan sebagainya.
Manfaat akuntansi biaya yang dipaparkan dikajian teoritis memang itu sebagian pokok dari diadakannya akuntansi biaya namun ada beberapa yang dapat kami jabarkan lagi bahwa akuntansi biaya itu bermanfaat untuk :
Pengendalian biaya karena dengan diadakannya akuntansi biaya manager perusahaan terutama manager keuangan dapat melakukan pengendalian biaya dengan memperhitungkan apa saja yang akan dikeluarkan oleh perusahaan yang menunjang kegiatan produksi barang tersebut sehingga jika diaplikasikan dalam sebuah aktivitas produksi biaya itu tidak akan melambung melebihi batas yang telah ditentukan sehingga perusahaan dapat menekan biaya produksi untuk menghasilkan laba sesuai dengan prinsip ekonomi “ Pengorbanan seminal mengkin untuk memdapatkan hasil semaksimal mungkin” atau dengan istilah sederhana untuk membandingkan biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk memproduksi satu satuan produk dengan biaya yang sesungguhnya terjadi.
Memperkenalkan berbagai metode yaitu berbagai macam metode dalam akuntansi biaya dapat dipilih sesuai dengan kepentinganyang diperlukan dengan hasil yang efektif dan efisien. Menyinggung masalah metode kami akan memperkenalkan beberapa metode yang sering digunakan dalam akuntansi biaya yaitu :
Metode harga pokok pesanan (Job order costing) adalah suatu metode dalam perhitungan harga pokok produksi dalam akuntansi biaya untuk produk yang dibuat berdasarkan pesanan. Sesuai nama metode ini digunakan bagi perusahaan yang memang melakukan usaha dalam jenis produksi pesanan dimana ada barang pesanan dari konsumen baru memproduksi. Metode ini digunakan untuk mengawasi atau mengerjakan masing – masing pekerjaan pesanan. Biaya produksi dikumpulkan untuk pesanan tertentu dengan harga pokok produksi persatuan dihitung dengan cara membagi total biaya produksi untuk pesanan tersebut dengan jumlah satuan produk dalam pesanan tersebut dengan jumlah satuan produk dalam pesanan yang bersangkutan.
Dalam penulisan jurnal untuk metode pesanan adalah sebagai berikut
Pencatatan bahan baku
Pembelian bahan baku secara tunai atau kredit sebagai berikut :
Persediaan bahan baku                     Rp xxxxx
                                 Kas/ utang usaha                                          Rp xxxxx
Penggunaan bahan baku untuk produksi :
BDP- Biaya bahan baku                    Rp xxxxx
                                      Persedian bahan baku                            Rp xxxxx
(BDP adalah barang dalam proses)
Pencatatan biaya tenaga kerja langsung (BTKL)
BDP- Biaya tenaga kerja langsung   Rp xxxxx
                                      Gaji dan upah                                          Rp xxxxx
Pencatatan biaya overhead pabrik
Jurnal pada saat terjadi biaya overhead pabrik
BDP- BOP                                           Rp xxxxx
                                      BOP yang dibebankan                            Rp xxxx
Jurnal pada saat penutupan BOP
BOP yang dibebankan                       Rp xxxx
                                      BOP sesungguhnya                                 Rp xxxx
Jurnal BOP yang sesungguhnya
Pemakaian bahan penolong
BOP sesungguhnya                             Rp xxxx
                                      Persediaan bahan penolong                   Rp xxxx
Pencatatan biaya tenaga kerja tak langsung
BOP sesungguhnya                             Rp xxxx
                                      Gaji dan Upah                                         Rp xxxx
*Untuk pencatatan semua biaya diluar biaya bahan baku langsung dan biaya tenaga kerja langsung dialokasikan ke dalam BOP sesungguhnya.
Pencatatan untuk produk selesai
Persediaan barang jadi                      Rp xxxx
                                      BDP-BBB                                                 Rp xxxx
                                      BDP-BTL                                                 Rp xxxx
                                      BDP-BOP                                                 Rp xxxx
Jika pada akhir masa pencatatan akuntansi biaya terdapat barang dalam proses maka dibuatlah jurnal penyesuaian sebagai berikut :
Persediaan barang dalam proses      Rp xxxx
                                      BDP-BBB                                                 Rp xxxx
                                      BDP-BTL                                                 Rp xxxx
                                      BDP-BOP                                                 Rp xxxx
Pada awal periode jurnal diatas dibuat jurnal pembalik sebagai berikut :
BDP-BBB                    Rp xxxx
BDP-BTL                    Rp xxxx
BDP-BOP                    Rp xxxx
                                      Persediaan barang dalam proses           Rp xxxx    
Metode harga pokok proses (processing cost) merupakan metode perhitungan harga pokok produk berdasarkan kepada pengumpulan biaya-biaya produksi dalam satu periode tertentu diabgi dengan jumlah unit produksi periode yang bersangkutan. Untuk pencatatan jurnal sama saja namun yang berbeda dalam metode ini dalam perhitungannya yang cukup sulit.
            Menghitung laba perusahaan pada periode tertentu untuk mengetahui laba maka diperlukan sebuah laporan harga pokok produksi yang biasanya menyangkut biaya yang terjadi selama pembuatan produk dalam siklus akuntansi periode tertentu.
Format laporan harga pokok produksi :
Persediaan awal bahan baku                                                            Rp xxxx
Pembelian                                                               Rp xxxx
Persedian akhir bahan baku                                                            (Rp xxxx)                        
Biaya bahan baku                                                                              Rp xxxx
Biaya Tenaga langsung                                                                     Rp xxxx
Biaya overhead pabrik
a).           Biaya bahan penolong                           Rp xxxx
b).           Biaya tenaga kerja tak langsung           Rp xxxx +
Total biaya overhead pabrik                                                            Rp xxxx  +                      
Biaya produksi                                                                                   Rp xxxx
Persedian awal barang dalam proses                                               Rp xxxx
Persedian akhir barang dalam proses                                             (Rp xxxx )
BDP akhir setelah proses                                                                  Rp xxxx
Persediaan awal barang jadi                                                            Rp xxxx
Persediaan akhir barang jadi                                                           (Rp xxxx)
Harga pokok produksi                                                                      Rp xxxxx                         
            Menghitung dan menganalisis terjadinya kurang efektif dan efisien membahas batas maksimum yang harus diperhatikan dalam menetapkan biaya suatu produk, serta menganalisis dan menentukan solusi terbaik jika ada perbedaan antara batas maksimum tersebut dengan yang sesungguhnya terjadi.
            Pengambilan keputusan khusus yaitu sebagai alat managemen untuk mengawasi dan merekam transaksi biaya secara sistematis maupun historis dan menyajikan informasi biaya dalam bentuk laporan biaya. Laporan biaya sendiri umumnya seperti laporan keuangan lainnya terdiri dari laporan Rugi Laba, Laporan Perubahan Modal, Laporan Neraca dan Laporan Arus Kas. Sedikit membedakan antara perusahaan dagang atau perusahaan jasa dengan perusahaan manufaktur atau perusahaan industri terletak pada pembuatan laporan harga pokok produksi. Laporan harga pokok produksi telah dibahas di bagian atas sekedar memperjelas bahwa laporan harga pokok produksi merupakan syarat mutlak yang harus ada dalam pelaporan perusahaan manufaktur karena laporan harga pokok produksi akan mempengaruhi laporan keuangan lainnya. Laporan harga pokok produksi biasanya mengandung unsur unsur pesediaa awal bahan baku, biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik, persediaan awal barang dalam proses dan persediaan akhir barang dalam proses sehingga hasil akumulasi keseluruhan akan menghasilkan Harga Pokok Produksi yang selanjutnya akan dicantumkan dalam Laporan Rugi Laba perusahaan manufaktur atau perusahaan industri.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Heni Rasa Ferryani Blog Design by Ipietoon